Politik


Silungkang, SS.

Ternyata, orang Silungkang yang selama ini dikenal sebagai pedagang, dan jarang yang menjadi pegawai pemerintahan serta jadi pejabat negara di rantau orang sangat sedikit sekali, bahkan boleh dikatakan tidak terdengar sama sekali.

Tapi tahun 2008 ini, Silungkang kembali mengukir sejarah, salah seorang perantau Silungkang yang sudah lama menetap di negeri Jiran Malaysia yaitu Datuk Amirsham A. Aziz, FIBM, dalam kabinet baru Malaysia diangkat sebagai Menteri Perancangan Ekonomi pada jabatan Perdana Menteri. Beliau sudah lama menetap di Malaysia sejak dari orang tuanya. Latar belakang beliau adalah seorang Bankir pada sebuah Bank di sana.

Hal ini sangat membanggakan sekali nagari Silungkang, sehingga akan dapat menjadi motivasi bagi para generasi muda Silungkang lainnya untuk bisa lebih maju lagi. Mari kita do’akan semoga beliau dapat mengemban tugas ini dengan sebaik-baiknya.

Biodata :
Kampung : Melawas Silungkang
Suku : Payabadar
Orang Tua Laki-laki : A. Aziz Podo / Patopang
Orang Tua Perempuan : Marsinah Djamil / Melawas

Sumber : Tabloid Suara Silungkang, Edisi Kesepuluh April 2008

1. Pengajian
Jauh sebelum ada sekolah umum, tingkat pendidikan di Silungkang hanyalah pendidikan surau. Sama seperti di negeri-negeri lainnya di Minangkabau, suraulah yang memegang peranan penting dalam mencerdaskan rakyat. Anak-anak yang telah berumur 7 tahun, telah disuruh tidur di surau. Kalau masih tidur di rumah orang tua akan ditertawakan dan akan digelari dengan “Kongkong Induk Ayam”.

Di surau ini dapat dipelajari/diajarkan :

  1. Pelajaran dan didikan agama setidak-tidaknya sekedar yang pokok-pokok yang harus dimiliki oleh seorang Islam.
  2. Pelajaran adat, tambo, pidato-pidato adat, hariang gendiang sampai-sampai bagaimana tata tertib di atas rumah orang (cara berumah tangga).
  3. Tidur bersama, mengaji bersama, shalat bersama, adalah didikan bagaimana cara bermasyarakat, dan bagaimana supaya pandai menyesuaikan diri.
  4. Anak-anak akan dekat berkomunikasi dengan gurunya, ditempat untuk tidak penakut dan berjiwa besar, dan diberi pelajaran bela diri (silat).
  5. Di surau ini juga dapat dipelajari bagaimana cara berdagang, cara bertenun ataupun cara-cara serta pengalaman merantau.
  6. Setelah ada kaum pergerakan sekitar tahun 1915/1926, di surau-surau juga diadakan kursus-kursus politik.

Perlu diketahui, bahwa pada waktu itu, untuk mengetahui tinggi rendahnya pendidikan di suatu negeri dapat dilihat dari banyaknya surau serta murid yang mengaji disurau tersebut. Pada waktu itu, jumlah surau yang ada di Silungkang 25 buah, suatu jumlah yang besar jika dibandingkan dengan jumlah penduduknya.

Surau terbesar adalah surau Godang, (tempatnya di sekolah Muhammadiyah sekarang), surau ini didirikan pada tahun 1870 M / 1287 H dengan tujuan sebagai induk surau-surau yang sudah ada.

Yang mempelopori dan memimpin berdirinya adalah Syekh Barau (nama aslinya M. Saleh bin Abdullah). Syekh Barau ini adalah seorang ulama besar, punya murid dan pengikut yang banyak. Beliau pernah bermukim di Makkah untuk mempelajari seluk-beluk agama Islam. Beliau sangat disegani masyarakat Silungkang setara negeri-negeri sekitarnya. Di Batang Air Silungkang ada ikan bernama ikan Barau, untuk menghormati beliau dan ada yang berpendapat supaya jangan kualat, oleh masyarakat nama ikan itu ditukar dengan ikan tobang, yang sampai sekarang masih bernama ikan tobang. Beliau meninggal hari Sabtu, 29 Zulhijjah 1288 H.

Surau Godang ini ada hubungannya dengan Ulakan Pariaman, dan Syekh Barau sebagai wakil Khalifah dari Khalifah yang ada di Ulakan. Antara tahun 1920 – 1926, yang mengaji di Silungkang tidak terbatas pada warga Silungkang saja, tapi banyak pula yang berdatangan dari negeri lain, seperti dari Garabak Data, Simiso, Aie Luo, Batu Manjulur, Kobun, Koto Baru, Padang Sibusuk dan lain-lain.

Diantara yang ikut mengaji di Silungkang adalah Dr. Amir, Prof. Mr. M. Yamin dan Jamaludin Adinegoro. Beliau-beliau ini mengaji dan tinggal di surau Jambak dibawah asuhan H.M. Rasad. Paginya beliau-beliau ini sekolah HIS di Solok.

2. Sekolah Umum
Sekolah dasar (Volkschool) yang pertama untuk bumi putra Minangkabau didirikan di Bukit Tinggi pada tahun 1940. Sekolah ini didirikan dengan tujuan utama untuk mempersiapkan rakyat Minangkabau untuk menjadi pegawai Belanda. Di Silungkang kapan berdirinya Volkschool tidak diperdapat keterangan yang pasti, yang jelas sebelum tahun 1921 sudah ada Volkschool dan Vervolgschool (sekolah desa 3 tahun dan sekolah gubernaman 5 tahun). Besar kemungkinan adanya Volkschool itu sebelum tahun 1900, sebab setelah tahun1900 Silungkang telah banyak yang pandai tulis baca, pergi merantau ke Jawa, Singapura, Kelang (julukan untuk Malaysia waktu itu) bahkan ada yang telah bermukim dan berdagang di Makkah.

Pada tahun 1915 telah ada beberapa orang Silungkang yang berhubungan dagang ke negeri Belanda dan Belgia dengan korespondensi dengan berbahasa Belanda, diantaranya Sulaiman Lapai dan Zoon, Datuk Sati & Co., Muchtar & Co., Fa. Baburai dan lain-lainnya.

Pada tahun 1920 Sulaiman Labai resmi mendapat izin untuk menjadi pengacara di Pengadilan Sawahlunto dan pada tahun itu juga M. Lilah Rajo Nan Sati ditunjuk oleh General Manager Ford sebagai Dealer Ford untuk order Afdeling Sawahlunto dan sekitarnya.

3. Sekolah Diniyah
Pada tahun 1923, didirikan di Silungkang sekolah Diniyah, cabang dari sekolah Diniyah Padang Panjang. Yang mempelopori berdirinya yang masih diketahui adalah :
a. H. Jalaludin
b. Joli Ustaz
c. Sulaiman Labai

Guru-gurunya dikirim dari Padang Panjang yaitu :
a. Guru Syariat dari Bukit Tinggi
b. Guru Murad dari Bukit Tinggi
c. Guru Adam dari Batipuh Padang Panjang
d. Guru Bagindo Syaraf dari Kampuang Dalam Pariaman

Putra Silungkang yang pernah menjadi gurunya antara lain :
a. Guru Ibrahim Jambek
b. Guru Ya’kub Sulaiman
c. Guru Syamsuddin
d. Guru Abdul Jalil Mahmud
e. Guru Abdoellah Desman
f. Guru Abdoellah Mahmoed
g. Guru A. Bakar

4. Kursus-kursus
Setelah adanya kaum pergerakan, sering diadakan kursus-kursus politik. Hampir disetiap surau yang tidak kolot, setelah selesai pengajian diadakan kursus politik.

Kaum pergerakan itu tidak sedikit andilnya dalam mencerdaskan dan membukakan mata rakyat, bukan rakyat Silungkang saja, tapi jangkauannya mencakup distrik Sawahlunto, distrik Sijunjung, distrik Solok, bahkan sampai ke daerah Riau dan Jambi.

Jauh sebelum tahun 1927, di Silungkang telah ada Bibliotik yang dikelola oleh Salim Sinaro Khatib. Beberapa surat kabar seperti Pemandangan Islam, jago-jago dan Silungkanglah dibagi-bagikan untuk daerah sekitarnya.

5. Tempaan Alam
Didesak oleh alamnya yang sempit, tidak punya sawah yang memadai, apalagi karena tanahnya tidak subur, rakyat Silungkang terpaksa memilih usaha dibidang perdagangan dan pertenunan (perindustrian). Perdagangan dan pertenunan sudah pasti menghendaki kecerdasan, setidak-tidaknya sekedar untuk bisa memperhitungkan pokok, laba rugi, atau prosentase untuk mengaduk celup.

Sebelum tahun 1937, pada umumnya rakyat Silungkang laki-laki, walaupun tidak pernah duduk dibangku sekolah, akan berusaha belajar sendiri walaupun hanya sekedar pandai tulis baca. Disamping itu perdagangan dan pertenunan ini memaksa rakyat Silungkang untuk merantau. Bertebaranlah rakyat Silungkang di seluruh pelosok tanah air, ke Singapura dan Malaysia.

Keuntungan utama dari merantau ini adalah terbukanya mata melihat kemajuan-kemajuan di negeri orang. Kemajuan-kemajuan ini mana yang cocok dibawa pulang ke kampung.

Beberapa contoh :

  • Menurut uraian yang kita terima, tenunan kampung Silungkang ini dipelajari dan dibawa dari petani (Siam) oleh perantau-perantau Silungkang pada abad ke 15.
  • Tenunan ATBM, ilmu dan modalnya didapat dari Pamekasan Madura, yang digabungkan dengan ilmu dan model ATBM buatan Bandung.
  • Pada tahun 1925, yang dipelopori oleh Ongku Kadhi Gaek (Tankadi gelar Pokiah Kayo), khotbah Jum’at di Silungkang telah mulai menggunakan bahasa Indonesia, padahal waktu itu, kecuali di kota-kota, pada umumnya khotbah Jum’at masih memakai bahasa Arab.
  • Sebelum Perang Dunia Kedua, kenduri-kenduri di rumah kematian seperti kenduri 3, 7, 14 atau 40 hari sudah tidak ada lagi, jangan harap akan ada orang yang datang kalau dipanggil untuk kenduri tersebut.

Hubungan lalu lintas seperti Auto dan kereta api yang melalui Silungkang juga ikut memberi kemajuan bagi Silungkang.

Demikian kira-kira gambaran pendidikan di Silungkang sebelum tahun 1927.

Sumber : Buletin Silungkang, Nomor : 001/SM/JUNI/1998

Tidak beberapa hari setelah usainya konferensi, pada permulaan tahun 1940, dibentuklah Panitia Pembangunan untuk sekolah yang akan didirikan itu. Susunan Panitia Pembangunan yang terbentuk adalah sebagai berikut :

  1. Ketua : H. Muhammad Zein
  2. Wakil Ketua : Datok Rangkayo Nan Godang
  3. Sekretaris I : Haroen Rajo Sampono
  4. Sekretaris II : Ibrahim Jambak
  5. Keuangan : Hasan Yahya
  6. Komisaris I : H. Khatab
  7. Komisaris II : Abdoellah Oesman
  8. Penasihat : M. Joesoef Panghulu Sati

Kepada Pemerintah Belanda dimintakan izin hanya mendirikan sekolah agama. Izin mudah didapat karena Belanda waktu itu sedang pusing dengan situasi yang telah mulai panas di Eropa. Atas usaha Syarief Sulaiman Malawas, didapat tanah di Limau Poeroet. Tanah ini kepunyaan kaum H. Ibrahim / H. Wahid Panai Batu Bagantuang. Syarief Sulaiman ini sama-sama berdagang dengan H. Wahid di Sawahlunto dan H. Wahid sayang kepada beliau.

Tanah ini dibeli dengan harga f 4000 – (empat ratus Gulden) atau senilai 0,25 kg emas murni. Kalau dinilai dengan pasaran tanah di Silungkang pada waktu itu, harga ini adalah harga yang termurah. Diperdapatnya harga yang murah itu dengan perjanjian :

  • Tanah ini akan dipergunakan untuk kepentingan sekolah agama.
  • Kemanakan H. Ibrahim, Hasan Muhammad yang baru lulus Normal School akan ikut menjadi guru disitu.

Kalau tidak diterima syarat itu, tanah ini tidak akan diperdapat karena pemiliknya terbilang orang yang berada waktu itu yang sudah tentu malu akan menjual tanah. Panitia diberi keringanan untuk menyelesaikan pembayarannya dapat dilunaskan Panitia pada akhir tahun itu juga (segel jual beli terlampir).

Sepakatlah Panitia untuk memberi nama sekolah yang akan didirikan itu dengan nama tempatnya yaitu “Limau Poeroet Instituut”. Disebarlah panitia untuk mencari dana (keuangan), terutama kepada SSP yang pada waktu konperensi telah menjanjikannya. Waktu itu diperantauan telah bermunculan pedagang-pedagang Silungkang yang berkapital besar seperti :

  1. Boerhan Dalimo Godang, Datuak Onga Basir, Salim Jalil dan lain-lain di kota Surabaya.
  2. Dt. Sati, M. Joesoef, Ismail, Jalil, H. Ibrahim, dan lain-lain di Betawi (Jakarta).
  3. A. Fatah St. Malano, A. Moerad Bagindo Tan Pokieh, Naali dan lain-lain di kota Padang.
  4. Mahmud Yahya, Thaib Yahya, M. Lilah Rajo Nan Sati, H. Syamsuddin, dan lain-lain di kota Medan.
  5. Oedin Podo, Guur Maafoef, M. Sirin di Malaya
  6. H. Joemoes Dalimo Godang, M. Joesoef Ngaciek, M. Ibrahim, Maafief Pito Gagah, Manggoto, dan H. Jamin di daerah Jambi.
  7. Abdoelah, H. Joenoes Dalimo Kosiak, H. Jama dan lain-lian di daerah Riau.
  8. H. Yahya, H. Kamaluddin, H. Taher, H. Soelaiman dan lain-lain di kota Sawahlunto.

Sementara panitia mengusahakan keuangan itu, rakyat di kampung gotong royong untuk mendatarkan tanah. Dalam waktu yang singkat, dengan mudah keuangan telah diperdapat dan mulailah dibangun sekolah itu sebanyak 3 lokal. Dalam waktu yang hanya tiga bulan, pembangunan selesai. Cepat selesainya karena seluruh konsen dibeli dari Solok.

Pembangunan gedung berikut bangku dan peralatan lainnya menelan biaya f 3000,- (tiga ribu Gulden) atau f 3.400,- dengan harga tanah. Jumlah ini kalau dinilai dengan emas seharga dua seperdelapan kg emas murni.

10 Mei 1940 Jerman menyerang negeri Belanda. Dalam tempo hanya lima hari, Jerman telah menduduki seluruh negeri Belanda tersebut. Setelah selesai pembangunan gedung, dibentuklah pengurus yang akan mengurus sekolah tersebut, dengan susunan pengurusnya sebagai berikut :

  1. Pelindung : M. Joesoef Panghulu Sati
  2. Penasehat : Mr. Aboebakar Jaar
  3. Ketua I : H. Muhammad Zein
  4. Ketua II : Abdoellah Oesman
  5. Sekretaris I : Salim Sinaro Khatib
  6. Sekretaris II : M. Dalil Sutan Pamuncak
  7. Bendahara : M. Khatab
  8. Pembantu I : Harun Rajo Sampono
  9. Pembantu II : Abdoellah Mahmoed
  10. Badan Pemeriksa : Guru Arifin

Guru yang akan mengajari adalah :

  1. Hasan Muhammad keluaran Normaal School Padang (sekolah guru yang didirikan oleh Prof. Mahmud Yunus).
  2. Bahaudin Talawi lulusan INS Katu Tanam (Indische Nederlands School pimpinan M. Syafa’i). Bahaudin ini langsung diangkat menjadi Kepala Sekolah.

Disusunlah mata pelajaran dan ketenuan (disiplin) sekolah.
Mata Pelajaran ditetapkan :

  1. Agama terdiri dari Tauhid, Fikih, Tarekh Nabi, Akhlak, Hadis, Tafsir, Hukum Dagang Islam.
  2. Dagang terdiri dari Boekhouding, Handels Rekenen, Handelskennis, Handelscrackt, Handelscorespondensie.
  3. Umum terdiri dari Bahasa Belanda, Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, Ilmu Bumi, Ilmu Alam, Sejarah Dunia, Tata Negara, Stenografis.

Syarat penerimaan murid : Tamatan Gubernemen 5 tahun
Jumlah murid yang diterima : 40 orang (nyatanya terpaksa menerima 44 orang)
Mulai belajar : 1 Agustus 1940
Peraturan atau disiplin sekolah adalah baju seragama hijau cap kunci, kepala gundul, tidak dibenarkan pakai sepatu/sandal, tidak dibenarkan membawa uang, tidak boleh keluar malam, tidak boleh merokok.

Tepat menurut rencana, tanggal 1 Agustus 1940 sekolah ini resmi mulai belajar.

Sumber : Bulletin Silungkang, 001/SM/JUNI/1998

Link yang terkait lainnya :
Surat Dari Hamka

Beberapa masalah jang bersangkoet dengan masjarakat negeri kita Siloengkang jang sangat benar besar gelombangnja sekarang dalam dada rata-ratanja anak negeri Siloengkang jang tinggal di kampoeng, lebih-lebih jang tinggal di rantau.

Masalah itoe menoeroet garis besarnja, adalah :
1. Jang bersangkoet dengan masalah air boeat mandi. Oleh karena kekoerangan tempat mandi, maka ntjata-ntjata tersinggoeng kesoetjian dan kesopanan negeri kita Siloengkang :

  1. Lihatlah tapian mandi indoek-indoek kita di batang air, dengan terang kelihatan oleh orang banjak waktoe mandi dan boeang air.
  2. Dengan mandi di batang air, maka gampang sadja penjakit menoelar menghinggapi badan kita, lebih-lebih badan anak-anak. Dan penjakit t.b.c serta decentry gampang benar berdjangkitnja.
  3. Dan karena kekoerangan air, maka apabila ada kecelakaan roemah jang terbakar, amat soesah sekali oentoek memberi pertolongan ditempat jang soelit-soelit.

2. Jang bersangkoet dengan masalah kesoetjian nama negeri Siloengkang. Oleh karena kelalaian kita anak negeri Siloengkang, maka dengan leloeasa sadja soerat-soerat kabar menjiarkan kabar jang boekan-boekan oentoek memboesoekkan nama negeri kita.

3. Jang bersangkoet dengan pendidikan anak-anak. Oleh karena kita anak negeri Siloengkang selama ini tidak mengatjoehkan tentang pendidikan anak-anak kita, maka sekarang terasalah bagi kita bersama betapa roeginja bagi kita anak negeri Siloengkang. Betapa lagi sekarang orang dirantau sangat bersoebhat dengan keadaan sekolah agama jang ada di Siloengkang sekarang, tentang boeah pendidikannja. Dan dimanakah tersimpangnja sikroep itoe, entah digoeroe-goeroe entah pada anak negeri Siloengkang sendiri.

4. Soal jang bersangkoet dengan kain tenoenan Siloengkang.

  1. Sebahagian besar penghidoepan indoek-indoek kita di Siloengkang tergantoeng dengan kain tenoenan Siloengkang. Djika kain tenoenan Siloengkang koerang lakoe, tentoelah hal-hal jang tidak baik, moengkin akan terdjadi di dalam negeri kita.
  2. Oleh karena banjak anak negeri Siloengkang jang dalam soesah hidoepnja di rantau, karena itoe oeang Belandja boeat indoek-indoek, koerang poela datangnja. Dan djika koerang poela lakoenja kain tenoenan Siloengkang, tentoe bahaja akan lebih besar mengantjam negeri Siloengkang.
  3. Oleh karena K.O.T.S. tidak diberi bantoean oleh anak negeri Siloengkang, sedangkan bantoean dar oeang Leenfonds soedah dikembalikan, maka akan perdjalanan K.O.T.S. jang soedah ditangah djalan sekarang, akan dihidoepkan teroes, amatlah soesahnja, dan kalaoe dimatikan sadja amat sajang kita.

5. Soal jang bersangkoet dengan perantaun anak negeri Siloengkang.

  1. Oleh karena kebanjakan anak negeri Siloengkang jang berjalan ke rantau, djarang sekali jang berdjalan dengan membawa pokok, maka tak heran lagi kita, tentoe hidoepnja berkoetjar-katjir, betapa lagi jang djadi personel toko oerang awak djoega, djarang sekali jang berketjotjokan. Personel tadi tentoe terpaksa bertjerai kembali. Gadjinja terpaksa ditjari orang negeri lain, dan dengan ini penganggoeran anak negeri Siloengkang bertambah banjak, sedangkan pengharapan dari kampoeng dari iboe bapaknja dan anak istrinja, merekalah jang diharapkan akan mengirimkan oeang Belandja tiap boelan. Djangankan oeang jang akan dikirimkannja, malahan kabar kesoesahan hidoepnja di rantau jang hanja 100 dapat dikirimkannja ke kampoeng.
  2. Di beberapa tempat ada jang banjak sekali anak orang awak jang menganggoer, padahal dibeberapa tempat masih banjak lapangan oentoek mentjari penghidoepan. Dan karena tak ada persatoean kita, maka banjaklah lapangan rantau oerang awak jang telah direboet orang lain.

—oOo—

 

LAMANJA CONFERENTIE

Conferentie diadakan seboelan lepas poeasa jaitoe dari 15 sampai 22 Desember 1939.

HARI PERTAMA, Senin 15 – 12 – ’39

Receptie
Bertempat dalam Loods kajoe
el 3.30 sore

Tentoonstelling diboeka dari poekoel 10 pagi sampai djam 12
Boeat laki-laki

Agenda :

  1. Lagoe Conferentie dari anak-anak
  2. Pembitjaraan dari voorzitter C.v.O
  3. Pidato dari secretaris C.v.O
  4. Soembangan pembitjaraan dari hadirin
  5. Djawaban dari C.v.O

MALAMNJA
Besloten vergadering oetoesan
Bertempat di Taman Pembatjaan
moelai poekoel 8 malam

Agenda :

  1. Menerima pendapatan-pendapatan dari oetoesan tentang Conferentie.
  2. Memperbintjangkan soal Waterleiding.

HARI KEDUA, Selasa, 19-12-’39

Besloten vergadering dari orang jang diundang special
Bertempat di roemah sekolah agama moelai poekoel 8 pagi

Tentoonstelling diboeka moelai poekoel 9 pagi sampai jam 12

Agenda :

  1. Pengoemoeman dari Secretaris C.v.O
  2. Menerima pemandangan-pemandangan
  3. Memperbintjangkan soal memperloeas toean Textiel lakoenja tenoenan Siloengkang

MALAMNJA
Besloten vergadering oetoesan
Bertempat di Taman Pembatjaan
moelai poekoel 8 malam

Agenda :

  1. Memperloeas rantau anak Siloengkang
  2. Menjaga kesoetjian nama negeri Siloengkang

HARI KETIGA
Rebo 13-12-’39

Openbare vergadering
Bertempat dalam Loods Kajoe
moelai poekoel 8 pagi

Agenda :

  1. Lagoe Conferentie anak-anak
  2. Pidato dari Comite van Ontvangst
  3. Memperbaiki sangka antara orang di rantau
  4. Pidato dari oetoesan dari rantau
  5. Pidato toean Textiel

Tentoonstelling diboeka dari poekoel 12 siang sampai poekoel 2 sore.

Pemeriksaan anak-anak dari oemoer 1 sampai 6 boelan oleh 2 dokter serta dapat hadiah mana jang bagoes didikannja

Di Fort de kock dalam tahoen 1906, sesoedah itoe di Djawa djuga pasar tahoenan di Brussel dalam tahoen 1910 dikoenjdoengi oleh kaoem iboe Siloengkang jang banjak kemaoean itoe, gambar mana dari mereka ada tergantoeng di bangsal ini, adalah menolong besar atas perniagaan dari tenoenan Siloengkang ini.

Lakoenja tenoenan itoe mendjadi besar, jang mendjadikan perkakas tenoenan jang moelanja sangat sederhana. Ta’ sanggup lagi mengisi permintaan orang jang mana orang moelailah membeli perkakas jang lebih bagoes, ditolong dengan wang getah. Selandjoetnja benang-benang sendiri makin lama makin banjak ditoekar dengan benang-benang dari negeri-negeri loearan, poen begitoe dari hal mentjeloep.

Lebih-lebih diwaktoe getah masih mahal kira-kira dari tahoen 1926 sampai 1929, lakoenja tenoenan Siloengkang ta’ terkira-kira banjaknja, seperti ke Koentan dan Djambi, djoega kelain-lain tempat, waktoe mana boleh dibilang waktoe mas bagi negeri Siloengkang, dan jang dikenang-kenang oleh anak negeri dengan sedih itoe.

Diwaktoe itoe perlawan dengan barang-barang Japan moelai poelalah perdjuangan mana masih teroes ada.

Selandjoetnja djoega moelai naiknja peroesahaan saroeng Djawa dan perlawanan tenoenan negeri-negeri Minangkabau jang lain-lain, beserta bikin koerang madjoenja pertenoenan Siloengkang dalam beberapa tahoen, jang berkesoedahan Siloengkang hanja tinggal memakai nama sadja lagi.

Perlawanan ini dilawan teroes, soenggoehpoen sebeatas oleh pertenoenan Siloengkang dengan mengeloearkan barang-barang jang kwaliteitnja lebih rendah, jang mendjadikan perniagaan tenoenan Siloengkang bertambah ketjil.

Kedjadian jang sekarang itoe memaksa pendoedoek Siloengkang memboeat barang jang soekar-soekar didapati, jang tidak dikeloerkan oleh fabriek-fabriek djoega tanoenan tangan jang mahal-mahal.

Karena tenoenan Siloengkang sekarang telah mendjadi barang lux dan tidak djadi barang pakaian lagi, Siloengkang memang dalam kemadjuan tiap-tiap economic, tetapi kalah dalam tiap-tiap ketoeroenan harga. Dari sebab itoe perniagaan tenoenan Siloengkang sedjak tahoen 1929 sangat koerangnja, dan berada sekarang ditempat jang rendah. Hanja dengan pertoekaran perkakas berdikit-dikit, dengan jang baroe-baroe, djoega dengan bekerdja bersama dari segala pihak jang bersangkoetan dengan peroesahaan ini, akan memberi Siloengkang kesempatan oentoek merampas kedoedoekannja dahoeloe itoe.

Inilah sebabnja, padoeka Njonja Besar, maka pendoedoek Siloengkang dengan penghoeloe-penghoeloe serta kantor jang didirikan oleh beberapa handelaar-handelaar jang berkemaoean menjamboet kedatangan padoeka Njonja Besar seperti tanda, dimana pengharapan mereka terletak.

Moga-moga kedatangan padoeka Njonja Besar itoe beserta menoloh perhatian besar berbalik lagi ke Siloengkang moelai lagi mengeloearkan tenaganja, agar perhatian padoeka Njonja Besar itoe tetap hendaknja.

Sumber : Bulletin Silungkang, Edisi 001/SM/JUNI/1998

conferentie-silungkang-1939-1 conferentie-silungkang-1939-2

Keterangan Gambar : 

Conferentie Pertemoean Anak Siloengkang I, Tahoen 1939 di Los Kayu Silungkang.

Koleksi : Bp. Alwis Munaf (Dalimo Jao), Jl. H. Soleh II / 6 Jakarta.
Disampaikan oleh: Bp. Azhari Boerhan, via email.

Pertemoen di roemah engkoe kepala negara kita di Siloengkang pada petang Sabtoe tanggal 12 Agustus ’39 malam moelai poekoel 7.30.

Yang hadir waktoe itu : engkoe Kepala Negara kita – engkoe Ondo Podo Kajo – engkoe A. Datoek Kajo – engkoe H. M. Zen – engkoe H. Joenoes – engkoe Abi Soetan Palindih – saudara Salih Baginda Ratoe – saudara Haroen Radjo Sampono – saudara Noerdin Muchammad – dan saudara M. Dalil.

Dalam pertemoen itoe, lain tidak kami mentjari LOEBOEK perasaan dari semoe anak negeri Siloengkang, jang soedah sekian lama menjoesoek djantoeng dan hatinja anak negeri Siloengkang biar jang di kampoeng. Lebih-lebih jang di rantau.

Boeah perasaan jang soedah sekian lama terkandoeng itoe, jang selama ini beloem koendjoeng dapat djalanja oentoek melimpahkannja.

Teringat poela akan kata pepatah orang toco kito :
“Oemoem membinasoi, sanding melukai”.

Dan beloem lama ini, Sanding “itoe telah diperoentjingnja oleh soerat kabar Tjerdasjang keloear di Pematang Siantar dekat Medan.

Tak dapatlah rasanja kami meloekiskan disini, betapa hantjoer loeloehnja djantoeng dan hatinja rata-ratanja anak negeri Siloengkang, karena roedjingnja sanding soerat kabar Tjerdas terseboet.

Dalam pertemoen kami malam itoe soedah kami perdapat obatnja jang akan djadi sitawar sidingin bagi loeka pada hati dan djantoeng anak negeri jang terasa selama ini. Dengan obat jang kami dapatkan itoe, bisalah keloear semua penjakit terseboet, terobatlah loeka itoe sekali.

Obat itoe jang paling moedjarab sekali. Lain tidak dengan djalan Conferentie. Jaitoe permoefakatan jang teroentoek dari semoea anak negeri Siloengkang dimana jang ada banjak orang awak tinggal.

Oetoesan-oetoesan itoelah jang akan mengeloearkan segala perasaan hati jang terkandoeng selama ini, di dalam Conferentie terseboet dan dengan oetoesan itoe poelahlah akan ditjari oentoek menjoesoen kerdja bersama, soepaja segala jang berat mengerdjakannja selama ini, bisa dengan gampang melakoekannja. Begitoe djoega dengan djalan permoefakatan itoe, jang soelit djadi moedah, jang sempit djadi lapang, jang berat djadi ringan, jang soesah djadi moedah.

Djoega dengan djalan Conferentie itoe, dapatlah kita kesemoeanja mengoekoer semangat anak negeri Siloengkang jang selama ini banjak benar jang mengatakan dirinja ada petjinta negeri. Diwaktoe Conferentie itoe dapat dioekoer barapa graat tinggi tjinta tanah air itoe.

Sekarang tinggal lagi sjarat-sjarat oentoek mangadakan Conferentie itoe, lebih dahoeloe akan didapatkan persetoedjoen dari semoea anak negeri Siloengkang jang tinggal dirantau serta soeka menjokong dengan boeah pikiran, tenaga dan sokongan oeang sekali.

Sokongan ini sangat perloe benar, sebab disinilah semoea tergantoeng sjaratnja semoenja. Sokongan itoe ada tiga matjamnja.

A. Beroepa pikiran
Pikiran dari semoea anak negeri Siloengkang, tentang tjara oentoek mentjari kemoeslihatan dalam negeri kita.

B. Beroepa tenaga
Diharapkan dimana jang banjak oerang awak, akan soeka mengirimkan satoe atau doea orang oetoesannja ke Conferentie terseboet.

C. Beroepa oeang
Oentoek penoetoep ongkost-ongkost mangadakan Conferentie, diharapkan tiap-tiap soatoe oetoesan memberi sokongan oeang.

Dengan beroepa bantoean jang tiga matjam diatas, terbajang nampaklah soedah hasil apa jang akan kita perdapat nantinja, goena keselamatan negeri kita.

Kemoedian dari itoe, oentoek melangsoengkan segala tjita-tjita jang moelia, lebih-lebih tjita-tjita kita sekarang ini, maka karena itoe perloelah kita kerdjakan semoeanja dengan :

KEBIDJAKSANAAN

Karena Toehan ALLAH soedah memberi peringatan pada kita dalam Qoer’an dalam soerat Al-Baqarah ajat No. 269 :
Maksoednja kira-kira :
Kebidjaksanaan itoe diberikan kepada siapa jang dikehendaki oleh Toehan dan barang siapa jang soedah diberi kebidjaksanaan, dialah jang mendapat kebaikan jang banjak. Akan tetapi orang tidak ingat, ketjoeali jang sama mempoenjai pikiran.

Djadi tiap-tiap pekerdjaan moestilah didapatkan kepada kebidjaksanaan, baik pekerdjaan haloes maoepoen kasar, baik pekerdjaan doeniawi atau semata-mata achirat. Tidak boleh tidak dasar kebidjaksanaan itoe akan mendjadi pokoknja. Dan kebidjaksanaan itoe hendaklah jang bertali dengan kehendak Allah atau agama Islam, sebab djika tidak begitoe boleh djadi djoega ada pekerdjaan ma’siat jang dilakoekan oleh orang dengan didasarkan kebidjaksanaan sadja. Tetapi jang dimaksode, jaitoe kebidjaksanaan jang dilarang Allah.

Segala toedjoen maksoed C.v.O terseboet oentoek mengadakan Conferentie itoe, soedah disepakati oleh penghoeloe-penghoeloe kita nan gadang basa batoeah pada petang Minggoe tanggal 27 Agustus ’39 di roemah engkoe Kepala Negeri kita. Dan soedah poela seizin ninik mamak kita dalam negeri Siloengkang keempat djininja, dalam kerapatan diatas balai-balai adat kita pada petang djoem’at tanggal 1 September 1939.

Begitoepoen dari pihak badan Pemerintah Sawah Loento, soedah poela dapat berkenan oentoek mengadakan itoe Conferentie nantinja.

Sumber : Bulletin Silungkang, Edisi 001/SM/JUNI/1998

Oentoek menjediakan segala keperloean Conferentie, terseboet telah ditanam satoe badan, seperti pepatah kita djoega, silang bapangka karadjo badjoedjoeng, karena itoe kami soedah tanam satoe badan jang mengoeroes itoe persediaan jang dinamakan Comite van Ontvangst atau kependekan C.v.O.

C.v.O ini jang akan mengatoer segalal persediaan sampai langsoengnja Conferentie terseboet, serta segala hal jang bersangkoet dengan oeroesan Conferentie terseboet bolelh beroeroesan dengan V.c.O terseboet.

Badang C.v.O terseboet adalah tersoesoen seperti terseboet di bawah ini :

Voorzitter A.Datoek Kajo

Secretaris I : Haroen Radjo Sampono
Secretaris II : M. Dalil
Secretaris III : Noerdin Moehammad

Penningmeester I : A. Fatah Soetan Malano
Penningmeester II : A. Moerad Begindo Tan Pakih PADANG
Penningmeester III : Oesman Mangkoeto SoetanComissaris terdiri dari :

  1. H. Joenoes Air Molek
  2. Abi Soetan Palindih
  3. H.M. Zen
  4. M. Dalil dan Noerdin Moehamad
  5. Salih Bagindo Ratoe

Kemoedian soepaja kerdja mengoeroes Conferentie bisa teratoer kerdjanja, maka C.v.O ini dibagi poela beberapa sub-subnja atau bahagian-bahagiannja.
Abi Soetan Palindih Voorzitter dari oeroesan memperloeas lakoenja kain tenoen Siloengkang.
M. Dalil dan Noerdin Moehamad Voorzitter dari oeroesan pendidikan.
Salih Bagindo Ratoe Voorz dari oeroesan mendjaga kesoetjian nama negeri Siloengkang.
Bahagian propagandist H.M. Zen
Bahagian pengoeroes sidang
Bahagian mendjaga peroesahaan waktoe Conferentie
Comitie van Ontvangst seperti terseboet diataslah jang akan mengatoer kerdja dengan bahagian sub-subnja.
Segala hal jang bersangkoet dengan segala matjam tjabang kerdja oeroesan Conferentie, boleh beroeroesan dengan pengoeroesnja satoe-persatoe.

Sumber : Bulletin Silungkang, Edisi 001/SM/JUNI/1998

Menurut keterangan Bulletin Silungkang, Edisi 001/SM/JUNI 1998 pada kolom Kampung dalam Berita yang memberi kabar bahwa :

Djasril Abdullah dipastikan tidak ikut lagi dalam pemilihan Kepala Desa Silungkang Oso disebabkan karena yang bersangkutan akan bertolak ke Malaysia dalam rangka Kerjasama Sumber Negeri Sembilan dalam bidang kebudayaan. Djasril Abdullah beserta keluarga akan menetap di Malaysia (Negeri Sembilan) selama 2 tahun dengan program promosi pertenunan Silungkang.

Sumber : Bulletin Silungkang, No. 001/SM/JUNI/1998

Laman Berikutnya »