Dari tahun 1963 sampai sekarang SMP SDI mulai stabil. Guru telah banyak, murid telah banyak dan keuangan telah membaik.Pada tahun 1963 didirikannya “Yayasan Sekolah Dagang Islam”. Pada tahun 1972 di Jakarta dibentuk “Ikatan Keluarga Alumni (IKA SDI)”. Pada tahun 1980 di Jakarta dibentuk “Ikatan Keluarga Alumni (IKA SDI)”.

Dengan dana yang dikumpulkan IKA SDI, dimulailah membangun gedung sekolah SDI yang baru berikut jembatan penyeberangan. Gedung dan jembatan ini menelan biaya sebesar Rp. 64.000.000,-. Gedung ini diresmikannya pemakaiannya oleh Gubernur. Sumatera Barat, Bapak Azwar Anas pada tanggal 3 Juli 1984.

Pembenahan manajemen sekolah dan penambahan guru-guru yang berstatus pegawai negeri sipil dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan secara bertahap diupayakan oleh IKA SDI bersama Yayasannya.

IKA SDI secara bertahap membenahi SDI ini. Dewasa ini sedang memasang dan untuk memperlebar pekarangan sekolah.

Murid SDI tahun 1990 :
SMP : laki-laki = 80 orang; wanita = 134 orang = 214 orang.
SMA : laki-laki = 80 orang, wanita = 122 orang = 202 orang.

Prosentase lulus tahun1989 :
SMP = 98,5 persen
SMA = 84,8 persen

Fasilitas-fasilitas yang ada dewasa ini :

  1. Lokal belajar = 8 buah
  2. Laboratorium = 1 set
  3. Mesin ketik = 12 unit (untuk belajar)
  4. Komputer PC = 1 unit
  5. Organ Yamaha = 1 unit
  6. Mesin jahit = 8 set
  7. Alat-alat PKK = 1 set
  8. Mesin ketik kantor = 1 unit
  9. Pemancar radio = 1 set
  10. Alat-alat olahraga = 2 set lengkap
  11. Buku-buku pelajaran = 1300 exlempar

Sumber : Bulletin Silungkang, 001/SM/JUNI/1998