Keadaan sekolah SDI dari tahun 1946 sampai tahun 1951 keadaannya semakin parah, karena :

  1. Kemiskinan akibat Jepang belum lagi terobati, bahkan semakin parah akibat blokade Belanda. Dimana-mana rakyat telah banyak yang memakai baju kulit kayu/baju tarok. Alhamdulillah Silungkang selamat dari itu.
  2. Kebutuhan sekolah semakin sulit.
  3. Murid bertambah menciut pada tahun 1946 berjumlah 42 orang, tahun 1947 = 35 orang, tahun 1948 = 18 orang, tahun 1949 = 25 orang, tahun 1950 = 41 orang, tahun 1951 = 43 orang.
  4. Honor guru bertambah seret. Kadang-kadang menerima kadang-kadang tidak.

UNTUNGNYA : sekolah tetap berjalan dan peraturan sekolah tetap dipatuhi walaupun telah ada yang memakai baju yang ditambal.

Setelah perjanjian KMB, nama sekolah ditambah dengan SMP, lengkapnya SMP SDI.

Sumber : Bulletin Silungkang, 001/SM/JUNI/1998