Saat peresmian Tugu Peringatan Pemberontakan Silungkang terhadap Penjajah oleh Wakil Presiden Dr. Moh. Hatta pada tahun 1947 menanyakan kepadal Talaha St. Langit (Ex. Digulis), “Apa lagi yang dibutuhkan Silungkang?”. Talaha St. Langit meminta agar di Silungkang dimasukkan aliran listrik karena Silungkang merupakan desa industri.

Tidak berapa lama permintaan tersebut terkabul. Waktu pergolakan PRRI, listrik tetap menyala dengan tekhnisi putra Silungkang (Umar Kamin, Mustafa Jalil, Johan Nur, Dermawan Rauf dan Syamsir Sarif).

Sumber : Tabloid Suara Silungkang – Edisi Keenam Desember 2007 oleh Masri Ayat Siri Dirajo