Sesuatu hal ihwal yang dianggap ideal (yang diangan-angan, yang diinginkan, yang dikehendaki, yang dicita-citakan) adalah nisbi. Yang ideal bagi seseorang atau golongan belum tentu ideal bagi yang lain. Misalnya “Batuka imbek” (bertukar lempar-ambil mengambil orang sumando) dalam bidang perkawinan, yaitu kakak beradik laki-laki dan perempuan A menikah secara bersilang dengan kakak beradik perempuan B.

Ada yang menganggap “Batuka imbek” adalah satu hal yang ideal, meskipun nilai keidealannya di bawah mengawini anak Mamak atau kemenakan Bapak. Dianggap ideal karena ia akan mempererat hubungan kekerabatan antara beripar-besan, di samping bisa memperoleh suami yang pantas bagi anak kemenakannya. Berbeda dengan anggapan di atas ada yang mengatakan “lebih baik jangan batuka imbek”, karena salah seorang bisa “makan hati”, bila tak terdapat keseimbangan.

Sumber : Buku Silungkang & Adat Istiadat oleh Hasan St. Maharajo