Pertemoen di roemah engkoe kepala negara kita di Siloengkang pada petang Sabtoe tanggal 12 Agustus ’39 malam moelai poekoel 7.30.

Yang hadir waktoe itu : engkoe Kepala Negara kita – engkoe Ondo Podo Kajo – engkoe A. Datoek Kajo – engkoe H. M. Zen – engkoe H. Joenoes – engkoe Abi Soetan Palindih – saudara Salih Baginda Ratoe – saudara Haroen Radjo Sampono – saudara Noerdin Muchammad – dan saudara M. Dalil.

Dalam pertemoen itoe, lain tidak kami mentjari LOEBOEK perasaan dari semoe anak negeri Siloengkang, jang soedah sekian lama menjoesoek djantoeng dan hatinja anak negeri Siloengkang biar jang di kampoeng. Lebih-lebih jang di rantau.

Boeah perasaan jang soedah sekian lama terkandoeng itoe, jang selama ini beloem koendjoeng dapat djalanja oentoek melimpahkannja.

Teringat poela akan kata pepatah orang toco kito :
“Oemoem membinasoi, sanding melukai”.

Dan beloem lama ini, Sanding “itoe telah diperoentjingnja oleh soerat kabar Tjerdasjang keloear di Pematang Siantar dekat Medan.

Tak dapatlah rasanja kami meloekiskan disini, betapa hantjoer loeloehnja djantoeng dan hatinja rata-ratanja anak negeri Siloengkang, karena roedjingnja sanding soerat kabar Tjerdas terseboet.

Dalam pertemoen kami malam itoe soedah kami perdapat obatnja jang akan djadi sitawar sidingin bagi loeka pada hati dan djantoeng anak negeri jang terasa selama ini. Dengan obat jang kami dapatkan itoe, bisalah keloear semua penjakit terseboet, terobatlah loeka itoe sekali.

Obat itoe jang paling moedjarab sekali. Lain tidak dengan djalan Conferentie. Jaitoe permoefakatan jang teroentoek dari semoea anak negeri Siloengkang dimana jang ada banjak orang awak tinggal.

Oetoesan-oetoesan itoelah jang akan mengeloearkan segala perasaan hati jang terkandoeng selama ini, di dalam Conferentie terseboet dan dengan oetoesan itoe poelahlah akan ditjari oentoek menjoesoen kerdja bersama, soepaja segala jang berat mengerdjakannja selama ini, bisa dengan gampang melakoekannja. Begitoe djoega dengan djalan permoefakatan itoe, jang soelit djadi moedah, jang sempit djadi lapang, jang berat djadi ringan, jang soesah djadi moedah.

Djoega dengan djalan Conferentie itoe, dapatlah kita kesemoeanja mengoekoer semangat anak negeri Siloengkang jang selama ini banjak benar jang mengatakan dirinja ada petjinta negeri. Diwaktoe Conferentie itoe dapat dioekoer barapa graat tinggi tjinta tanah air itoe.

Sekarang tinggal lagi sjarat-sjarat oentoek mangadakan Conferentie itoe, lebih dahoeloe akan didapatkan persetoedjoen dari semoea anak negeri Siloengkang jang tinggal dirantau serta soeka menjokong dengan boeah pikiran, tenaga dan sokongan oeang sekali.

Sokongan ini sangat perloe benar, sebab disinilah semoea tergantoeng sjaratnja semoenja. Sokongan itoe ada tiga matjamnja.

A. Beroepa pikiran
Pikiran dari semoea anak negeri Siloengkang, tentang tjara oentoek mentjari kemoeslihatan dalam negeri kita.

B. Beroepa tenaga
Diharapkan dimana jang banjak oerang awak, akan soeka mengirimkan satoe atau doea orang oetoesannja ke Conferentie terseboet.

C. Beroepa oeang
Oentoek penoetoep ongkost-ongkost mangadakan Conferentie, diharapkan tiap-tiap soatoe oetoesan memberi sokongan oeang.

Dengan beroepa bantoean jang tiga matjam diatas, terbajang nampaklah soedah hasil apa jang akan kita perdapat nantinja, goena keselamatan negeri kita.

Kemoedian dari itoe, oentoek melangsoengkan segala tjita-tjita jang moelia, lebih-lebih tjita-tjita kita sekarang ini, maka karena itoe perloelah kita kerdjakan semoeanja dengan :

KEBIDJAKSANAAN

Karena Toehan ALLAH soedah memberi peringatan pada kita dalam Qoer’an dalam soerat Al-Baqarah ajat No. 269 :
Maksoednja kira-kira :
Kebidjaksanaan itoe diberikan kepada siapa jang dikehendaki oleh Toehan dan barang siapa jang soedah diberi kebidjaksanaan, dialah jang mendapat kebaikan jang banjak. Akan tetapi orang tidak ingat, ketjoeali jang sama mempoenjai pikiran.

Djadi tiap-tiap pekerdjaan moestilah didapatkan kepada kebidjaksanaan, baik pekerdjaan haloes maoepoen kasar, baik pekerdjaan doeniawi atau semata-mata achirat. Tidak boleh tidak dasar kebidjaksanaan itoe akan mendjadi pokoknja. Dan kebidjaksanaan itoe hendaklah jang bertali dengan kehendak Allah atau agama Islam, sebab djika tidak begitoe boleh djadi djoega ada pekerdjaan ma’siat jang dilakoekan oleh orang dengan didasarkan kebidjaksanaan sadja. Tetapi jang dimaksode, jaitoe kebidjaksanaan jang dilarang Allah.

Segala toedjoen maksoed C.v.O terseboet oentoek mengadakan Conferentie itoe, soedah disepakati oleh penghoeloe-penghoeloe kita nan gadang basa batoeah pada petang Minggoe tanggal 27 Agustus ’39 di roemah engkoe Kepala Negeri kita. Dan soedah poela seizin ninik mamak kita dalam negeri Siloengkang keempat djininja, dalam kerapatan diatas balai-balai adat kita pada petang djoem’at tanggal 1 September 1939.

Begitoepoen dari pihak badan Pemerintah Sawah Loento, soedah poela dapat berkenan oentoek mengadakan itoe Conferentie nantinja.

Sumber : Bulletin Silungkang, Edisi 001/SM/JUNI/1998