Setiap orang Minangkabau tentu mempunyai Suku. Suku seseorang bisa termasuk dalam (induk) Suku Koto-Piliang, bisa pula dalam Suku Bodi-Caniago. Jumlah serta nama Suku di setiap negari di Minangkabau tidaklah sama, namun semuanya (Suku-suku apapun namanya) tentu menjadi bagian dari (induk) Suku : Koto-Piliang atau Bodi-Caniago.

Sebagai ilustrasi dari jumlah Suku itu tidak sama dan namanya berbeda-beda dapat dikemukakan misalnya “Di Sungai Jambu, Koto Anau, Sungai Durian, Pasilihan hanya terdapat 3 suku. Sedang di Gunung Ciri, Koto Hilang, Bukit Bais, Cupak dan Pianggu terdapat 5 Suku. Di Singkarak dan Tarung-tarung terdapat 6 suku dan di Selayo terdapat 7 Suku dengan nama-namanya : Empat Ninik, Seberang Tabek, Tigo Korong, Kampai, Melayu, Tambang Padang dan Tepi Air”1)

Di Silungkang yang terdiri dari 18 Keandikoan, terdapat 5 suku : Melayu, Patopang, Dalimo, Supanjang dan Payabadar. Bila dikaitkan Suku-suku yang terdapat di Silungkang dengan induk Suku, maka Suku Melayu dan Patopang termasuk Suku Koto-Piliang. Sedang Suku Dalimo, Supanjang dan Payabadar termasuk Suku Bodi-Caniago.

Kampung-kampung yang termasuk dalam setiap Suku-suku tersebut sebagai berikut :

SUKU MELAYU : terdiri dari Kampung-kampung Melayu. Panai Koto Baru/Rumah Tabuh; Panai 4 Rumah/Guguak Binok; Panai Tigo Tingkah; Sungkiang/Batu Bagantuang.

SUKU PATOPANG : terdiri dari Kampung-kampung Guguek/Koto Marapak; Paliang/Batu Menanggau; Kutianyir; Talak Buai/Palakoto; Sawahjuai.

SUKU DALIMO : terdiri dari Kampung-kampung Dalimo Kosiek/Dalimo Singkek/Guguak Ciporan/Siguntuang; Tanah Sirah; Dalimo Godang dan Dalimo Tapanggang/Dalimo Cocah.

SUKU SUPANJANG : terdiri dari Kampung-kampung Dalimo Jao Ateh dan Dalimo Jao Bawuah.

SUKU PAYABADAR : terdiri dari Kampung-kampung Malowe Mudiek dan Malowe Hilir.

Kelima Suku di atas berasal dari 13 Ninik. Ninik-Ninik terbagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama disebut “Nan 10 Niniek” (Kampung-kampung dalam Suku Melayu dan Patopang) Kelompok kedua disebut “Nan 3 Niniek” (Kampung-kampung yang terdapat Suku Dalimo, Supanjang dan Payabadar).

Sumber :
Buku Silungkang dan Adat Istiadat oleh Hasan St. Maharajo