PENGHORMATAN

Diatas nama Konferensi ke – I daripada negeri Siloengkang, e. Dt. Kajo telah meminta kepada saja soepaja saja menjalankan pendapatan saja sedikit tentang maksoed jang itoe.

Tentoe sadja kegirangan hatilah jang akan saja njatakan mendengar maksoed jang baik itoe. Orang Siloengkang akan berkonferensi, memperkatakan nasib negerinja, boeroek baik jang akan ditempoeh di zaman jang akan datang, baik jang doedoek di kampoeng, atau jang tinggal dirantau. Satoe hal jang kelak akan diikoeti poela oleh pendoedoek negeri lain.

Sebenarnya soedah sedjak tahoen 1931 saja kenal kegiatan orang Siloengkang, orang jang ternjata mempoenyai semangat dagang dalam pipa darahnja. Saja datang pada tahoen terseboet ke Mangkasar, disana saja bertemoe toko besar orang Siloengkang. Saja pergi ke Soerabaja, bertemoe toko besar Siloengkang, saja datang ke Betawi, orang Siloengkang djoega perintis djalan.

Bala bentjana jang menimpa negerinja lantaran perboetan orang-orang jang telah salah memilih djalan, jaitoe kaoem kominis, tidak mematikan segenap dagang orang Siloengkang, tetapi menghidoepkan.

Banjak kenalan saja orang Siloengkang, dan boekan sadja kenalan tetapi sahabat mereka poen terhadap saja djoedjoer poela, memandang sahabat poela, baik di Betawi, atau Soerabaja, apalagi di Medan, tempat tinggal saja jang sekarang.

Maka sebagai penghormatan, saja oetjapkan kepada Toehan moga-moga konferensi pertama ini beroleh djaja (success), mendjadi tingkatan oentoek konferensi (conferentie) jang kedoe, ketiga dan seteroesnja, bagi kemoeslihatan tanah tempat darah tertoempah. Sebab bagi jang tinggal di kampoeng, oesaha jang berdaganglah jang diharapnja, dan bagi jang berdagang : “Setinggi-tinggi melamboeng, akan kembali ke tanah djoega”.

Apalagi bagi kita anak Minangkabau, hati kita telah terikat kepada kampoeng dan halaman, tepian tempat mandi, roemah nan gedang, lomboeng berpereng, sawah berdjendjang, bandar boetan, poesaka nenek mojang kita …. adanja.

Selamat konferensi !

Medan, awal December 1939

H. ABDOELMALIK K.A. (HAMKA)

Sumber : Edisi Perdana, Bulletin Silungkang, 001/SM/JUNI/1998