Tonang adalah tenang dan ma anyuik an adalah menghanyutkan.

Jadi kalau di Indonesia akan terdengar bunyi “Tenang-tenang menghanyutkan”, Diam-diam Sambuk.

Mustahil, begitulah kalau anda berpikir secara logika – masak air yang tenang bisa menghanyutkan – kalau air yang deras mungkin saja !

Tapi itulah kenyataan alam dan sifat umum manusia adalah takut dan sangat berhati-hati pada air yang deras dan sangat meremehkan air yang tenang.

Pada air yang tenang bukan hanya buaya yang bersarang dan mengancam tapi masih banyak bahaya lainnya, seperti air yang dalam dan lumpur.

Pada sikap manusia istilah ini mungkin dapat diberikan kepada orang yang berilmu tapi selalu bersikap rendah hati dan tak sombong serta tak congkak dengan ilmu yang dimilikinya, sehingga kita menjadi kesulitan mengukur kemampuan orang seperti ini.

Berbeda sekali dengan sikap orang yang congkak yang selalu merasa lebih dari orang lain serta selalu menyombongkan diri.

Bukankah air beriak tanda tak dalam ?

Tong kosong nyaring bunyinya ?

Ingat, diatas langit masih ada langit dan dibawah kerak bumi masih ada kerak bumi.

Sumber : bulletin Silungkang, edisi 7, 1 Oktober 2002 tahun ke 2, anniversary edition