“Titi Stasiun Keta” adalah sebutan yang populer pada khalayak Silungkang bagi jembatan yang menghubungkan dua sisi Silungkang yang dipisahkan oleh Batang Lasi yang membelah “persatuan dan kesatuan” kenagarian Silungkang.

Jembatan ini dibangun oleh pemerintah Kota Sawahlunto pada tahun 1918 (tentu pada waktu itu dibawah pemerintah Hindia Belanda nan baiduang luncuang).

Jembatan ini dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda atas permintaan Norwegia yang memiliki teknologi membangun jembatan tanpa tiang penyangga (tak didapat catatan, apakah ini sebagai hadiah atau sebagai ladang ujicoba – mungkin saja dua-duanya, ntu ngkali juga !)

Jembatan ini adalah duplikat atau kembaran dari jembatan yang dibangun pemerintah Norwegia di ibukotanya nun jauh di daratan Eropa sana.

Jadi, jembatan tanpa tiang penyangga ini hanya ada dua buah di seantero jagad raya ini.

Bila Anda ingin melihat langsung yang aslinya, ya … Silahkan saja raun-raun ke Norwegia tapi janga lupa ngajak saya😉

oleh : Damra

Sumber : bulletin Silungkang, edisi 7, 1 Oktober 2002/tahun ke 2 – anniversary edition.

Catatan :

Keta = kereta

raun-raun = jalan-jalan