Anak adalah anak kandung. Dipangku adalah diurus dengan prioritas utama. Kamanakan adalah anak dari adik atau kakak perempuan. Dibimbiang diurus dengan prioritas kedua.

Sungguh mengenaskan nasib lelaki Minangkabau.

Tanggung jawab yang diembannya bukan hanya sebatas anak dan istrinya namun lebih dari itu termasuk adik dan kakak perempuannya yang tentu sudah dengan notabene sang ipar atau sumondo beserta anak-anaknya (akan lebih khusus lagi bila anak-anaknya tersebut adalah semua perempuan).

Namun, itulah adat Minangkabau yang bersendikan sysra’ dan syara’ yang bersendikan Kitabullah.

Bukankah agama Islam menganjurkan kepada kita bahwa pemberian hadiah, infaq dan shadaqoh diutamakan pada karib kerabat dan tetangga ?

Dus, tak ada yang bertentangan bukan ?

Jadi, tak perlu dipermasalahkan !

Bahkan bagi yang lebih mendarah daging pepatah ini masih ditambah dengan kata : ughang kampuang dipatenggakan, jagho nagori jan binaso artinya selain mengurus anak dan istri serta kemenakan Anda masih dibebani dengan sebuah tugas yang amat mulia “memikirkan nasib orang sekampung dan menjaga keutuhan teritorial dan eksistensi nagari agar tidak binasa”.

Sumber : bulletin Silungkang, edisi 7, 1 Oktober 2002 tahun ke 2, anniversary edition