Jari-jemarinya sudah tidak selincah dulu lagi. Jemari itu kini sudah banyak ditutupi kulit yang mengeriput. Meski demikian, jari-jemari itu masih tetap terampil menjalankan alat tenun bukan mesin.

Usia Mariani memang tidak muda lagi, sudah tiga perempat abad. Namun, keahliannya menenun, tidak luntur dimakan usia. Dengan semangat, ia masih terus menyelesaikan tenunan kainnya yang baru saja dikerjakan.

[lanjutan ….]