Konco artinya sahabat. Palangkin adalah Pelangkin – Ter – aspal.

Bila ingin dicari sepadanannya juga amat sulit, karena istilah ini sangat kental nuansa atau hubungannya dengan kehidupan dan lingkungan keseharian dimana masyarakat pembuat istilah ini bermukim.

Mungkin setali tiga uang dengan KOLK, tapi Koncok Palangkin (KP) ini punya ciri khas yang lebih kental pada sepasang atau sekelompok manusia yang memiliki karakter lebih saling menjaga relasi atau hubungan sesama mereka.

Disebut Konco Palangkin karena sifat Pangkin atau Aspal atau Ter yang mudah berubah sesuai iklim atau cuaca atau kondisi yang ada – menyatu saat dingin dan mencair sangat panas – itulah sifat palangkin namun tak pernah berpisah dan saling menarik untuk tetap bersatu – adhesive – seperti lem.

Dengan tujuan agar persahabatan antar sepasang atau sekelompok KP ini, biasanya setiap individu selalu menjaga irama pergaulan mereka.

Dalam berinteraksi selama keseharian sepasang atau sekelompok KP ini tentu sangat mustahil tidak terjadi pergesekan.

Bila terjadi pergesekan tentu akan menimbulkan panas – itu alamiah – biasanya KP ini akan “mencair” atau menghindar bertemu atau bersatu agar suasana tidak menjadi semakin panas dengan tujuan perbedaan situasi dan kondisi.

Bila suasana sudah dingin – adem tentram – maka mereka akan kembali bertemu, bersatu seperti sedia kala.

Tak diberitakan apakah sepasang atau sekelompok KP ini adalah terdiri dari orang-orang yang introvert – yang pasti para KP ini adalah sepasang atau sekelompok orang yang selalu ingin menjaga persahabatan.

Pernah dijumpai sepasang atau sekelompok KP yang agak berbeda namun masih senada dan seirama – bila punya uang maka mereka akan berkumpul bersama bila sudah tak punya maka mereka berpencar (sama-sama) mencari laku berkumpul kembali.

Sangat unik memang !

Sumber : Redaksi Bulletin Silungkang, Edisi 7, 1 Oktober 2002/Tahun ke II – Edisi Ulang Tahun