Konco Oghek artinya sahabat karib. Lawan Koghe artinya musuh sejati.

Bila kedua kata ini digabungkan menjadi satu maka sangat sulit mencari sepadanan atau sinonimnya ke dalam bahasa Indonesia.

Istilah ini mungkin bisa disepadani dengan istilah yang terdapat dalam pelajaran ilmu ukur …. bila kita tarik dua garis lurus maka keduanya tak akan pernah bertemu.

Kata “Bertemu” pada kalimat ini lebih berkonotasi pada “bertemunya kepribadian”.

Sebab, sepasang konco secara fisik tentu sering bertemu – sering kongkow namun sangat jarang sekali bertemu dalam “satu kata sepakat” atau pendapat.

KOLK ini adalah pengejawantahan sikap demokrasi – yang konon asal muasalnya memang berasal dari Minangkabau.

Berbeda pendapat dan selalu bersitegang adalah ciri khas sepasang atau dua kelompok KOLK – kalau bukan begitu … bukan KOLK namanya.

Bila dicari sinonimnya dalam keseharian kita, maka yang paling sepadan untuk KOLK ini adalah politikus – dimana dalam dunia politik tidak pernah mengenal lawan abadi atau kawan abadi yang ada hanya kepentingan abadi.

Begitulah kira-kira.

Sumber : Redaksi Bulletin Silungkang, Edisi 7, 1 Oktober 2002/Tahun ke II – Edisi Ulang Tahun